KESADARAN PEROKOK TERHADAP UNDANG-UNDANG KAWASAN TANPA ROKOK

 TUGAS JATIDIRI UNSOED

KESADARAN PEROKOK TERHADAP UNDANG-UNDANG KAWASAN TANPA ROKOK 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Wildan Nur Hamzah

NIM. H1F010067

 

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

JURUSAN TEKNIK

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2010

 

ABSTRAKSI

Rokok merupakan sesuatu yang tidak aneh lagi, baik bagi sebagian kaum laki-laki, maupun sebagian kaum perempuan, atau sebagian kalangan dewasa, ataupun kalangan remaja, rokok sudah menjadi bagian konsumsi bagi para pecandu rokok. Meski undang-undang kawasan tanpa rokok sudah ada, dan bahaya rokok sudah dipahami nyatanya masih banyak perokok yang tak peduli pada penderitaan orang lain. Dengan santainya mereka masih merokok di fasilitas umum.

tulisan  ini membahas tentang gambaran mengenai kesadaran para perokok terhadap undang-Undang kawasan tanpa rokok,  dampak bagi kesehatan yang di timbulkan dari rokok untuk perokok aktif atau pun pasif, dan juga statistik perokok di lndonesia.

Dalam pengerjaan paper ini penyusun mengunakan metode kaji pustaka dimana media internet sebagai sumber utama dalam pencarian data untuk membahas permasalahan yang terdapat dalam perumusan masalah.

tulisan ini menyimpulkan bahwa dampak yang ditimbulkan rokok bagi kesehatan itu tidak baik, baik bagi perokok aktif maupun pasif, karena dalam rokok terdapat sekitar empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita, dan perokok kurang sadar mengenai undang-undang kawasan tanpa rokok, karena masih dijumpai asap rokok pada fasilitas-fasilitas umum, dan persentase perokok semakin meningkat tiap tahunnya.

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Rokok merupakan sesuatu yang tidak aneh lagi, baik bagi sebagian kaum laki-laki, maupun sebagian kaum perempuan, atau sebagian kalangan dewasa, ataupun kalangan remaja, rokok sudah menjadi bagian konsumsi bagi para pecandu rokok.

Walaupun undang-undang yang membahas tentang kawasan tanpa rokok sudah keluar, tapi asap rokok terus menghantui fasilitas umum, Tengok saja, ketika anda menggunakan transportasi umum, mengunjungi warung kopi, swalayan dan hampir semua tempat umum tidak luput dari asap rokok.

Tidak ikut makan nangka, eh… terkena getahnya. Begitulah nasib buruk para perokok pasif yang terpaksa ikut terpapar nikotin dan zat-zat racun dari asap rokok.

Meski undang-undang kawasan tanpa rokok sudah ada, dan bahaya rokok sudah dipahami nyatanya masih banyak perokok yang tak peduli pada penderitaan orang lain. Dengan santainya mereka masih merokok di fasilitas umum.

B.     Perumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan beberapa permasalahan diantaranya:

a. Dampak asap rokok bagi kesehatan, baik perokok aktif atau pun pasif dan juga statistik perokok di lndonesia?

b. Bagaimana kesadaran perokok terhadap Undang-Undang kawasan tanpa rokok?

C.    Tujuan

Tujuan yang ingin di capai dalam penulisan tulisan ini yaitu:

a. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari asap rokok bagi kesehatan, baik perokok aktif atau pun pasif, dan juga statistik perokok di lndonesia.

b. Mengetahui kesadaran perokok terhadap Undang-Undang kawasan tanpa rokok.

 

 

D.    Manfaat

Manfaat yang ingin di capai dari pembuatan tulisan ini adalah diharapkan memberikan gambaran mengenai kesadaran para perokok terhadap undang-Undang kawasan tanpa rokok, memberikan informasi mengenai dampak bagi kesehatan yang di timbulkan dari rokok untuk perokok aktif atau pun pasif, dan juga statistik perokok di lndonesia.

 

E.     Ruang Lingkup.

Ruang lingkup dalam penyusunan tulisan ini adalah perokok di Indonesia secara umum.

BAB II

METODE PENULISAN

 

A.    Objek Penulisan

Objek dalam penulisan yang dibuat oleh penyusun adalah para perokok.

 

B.     Dasar Pemilihan Objek

Karena data yang di butuhkan dirasa kurang sehingga objeknya diambil secara umum, yaitu para perokok.

 

 

C.    Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan paper ini penyusun menggunakan metode kaji pustaka. Sebagai metode pengumpulan data.

 

D.    Metode Analisis

Dalam penyusunan tulisan ini metode yang di gunakan adalah metode deskriptif analitis :mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada; menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung; dan mencari alternatif  pemecahan masalah.


BAB III

ANALISIS PERMASALAHAN

 

A.    Pembahasan
a.      Dampak asap rokok bagi kesehatan.

Rokok mengandung sekitar empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita, diantaranya adalah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, serta masih banyak lagi. Dan zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen. Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok.

 

rokok dapat menyebabkan kanker pundi kencing, kanker perut, kanker usus dan rahim , kanker mulut , kanker esofagus, kanker tekak, kanker pankrias, kanker payudara, kanker paru-paru, penyakit saluran pernafasan kronik, strok, pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis, penyakit jantung, kemandulan, putus haid awal, melahirkan bayi yang cacat, keguguran bayi, bronkitis, batuk, penyakit ulser peptik, emfisima, otot lemah, penyakit gusi, kerusakan mata.

Penyakit- penyakit tersebut  adalah bahaya rokok bagi perokok aktif, apa itu perokok aktif ? perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya rokok, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung menghisap rokok, tetapi menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut orang yang sedang merokok.

 

 

Dan bahaya asap rokok bagi perokok pasif diantaranya Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung, masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronchitis, sakit atau pedih mata, bersin dan batuk-batuk, sakit kerongkong, sakit kepala.

b.      Statistik perokok di Indonesia

Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2001 & 2004 didapatkan kenaikan pada jumlah perokok baik dewasa maupun anak-anak di Indonesia. Dimana kenaikan berarti terjadi pada perokok perempuan (baik dewasa ataupun remaja) serta anak-anak. Pada tahun 2001 jumlah perokok perempuan dewasa di Indonesia adalah 1,3 % yang kemudian pada tahun 2004 angka tersebut naik menjadi 4,5 % (naik 3,5x) kemudian untuk perempuan remaja (usia 15-19 tahun) pada tahun 2001 sebanyak 0,2 % naik menjadi 1,9 % pada tahun 2004 (naik 9,5x). Untuk perokok anak-anak sendiri (usia 5-9 tahun) pada tahun 2001 sebesar 0,4 % naik menjadi 1,8 % pada tahun 2004 (naik > 4x).

Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi kita semua karena bila dilihat berdasarkan statistik pengguna rokok tersebut didapatkan peningkatan jumlah perokok aktif dari waktu ke waktu. Bisa dilihat bahkan anak-anak seusia 5 tahun pun sudah mulai mengenal rokok.

Statistik perokok dari kalangan anak-anak dan remaja

  • Pria = 24,1% anak/remaja pria
  • Wanita = 4,0% anak/remaja wanita
  • atau 13,5% anak/remaja Indonesia

Statistik perokok dari kalangan dewasa

  • Pria = 63% pria dewasa
  • Wanita = 4,5% wanita dewasa
  • atau 34% perokok dewasa

Jika digabungkan antara perokok kalangan anak, remaja, dan dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27,6%. Artinya, setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok. Angka persentase ini jauh lebih besar daripada Amerika saat ini yakni hanya sekitar 19% atau hanya ada seorang perokok dari tiap 5 orang Amerika. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1965, jumlah perokok Amerika Serikat adalah 42% dari penduduknya. Melalui program edukasi dan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat tanpa rokok serta pelarangan iklan rokok di televisi dan radio nasional, selama 40 tahun lebih Amerika berhasil mengurangi jumlah perokok dari 42% hingga kurang dari 20% di tahun 2008.

Pertumbuhan Produksi Rokok Indonesia

Dari data WHO di atas, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah Cina dan India dan di atas Rusia dan Amerika Serikat. Padahal dari jumlah penduduk, Indonesia berada di posisi ke-4 yakni setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Berbeda dengan jumlah perokok Amerika yang cenderung menurun, jumlah perokok Indonesia justru bertambah dalam 9 tahun terakhir. Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0,9% per tahun.

Namun, perlu dicatat bahwa selama 2000-2003, produksi rokok Indonesia menurun dari 213 miliar batang (2000) menjadi 173 miliar batang (2003) atau turun 18,7%. Namun, sejak 2004 hingga 2008 pertumbuhan rokok Indonesia sangat besar dari 194 miliar [2004] menjadi 230 miliar batang [2008] atau naik 18,6% selama kurun 5 tahun. Jadi selama pemerintah SBY-JK periode 2004-2009, industri rokok tumbuh pesat dengan pertumbuhan rata-rata 4,6% tahun.

c.       Hukum yang mengatur tentang rokok.

Bab 9. Undang-undang kawasan tanpa rokok, pembatasan promosi industri tembakau untuk anak dan remaja, kemasan dan pelabelan, peringatan kesehatan, dan tuntutan hukum

 

9.1. Undang Undang Kawasan Tanpa Rokok

Pembatasan merokok di tempat-tempat umum mencegah “bukan perokok dari paparan asap tembakau lingkungan” (perokok pasif). Tempat-tempat umum tersebut meliputi baik tempat kerja pribadi, bangunan kantor, restoran, kendaraan umum, lift, fasilitas kesehatan, tempat ibadah dan sarana rekreasi, tempat perbelanjaan, warung-warung maupun tempat-tempat lainnya dimana orang berada dalam ruangan.

Sebagian besar orang dewasa dan remaja Indonesia (68,5 %) tidak merokok. Undang-Undang kawasan tanpa rokok melindungi bukan perokok atau perokok pasif dari bahaya kesehatan asap tembakau lingkungan (ETS), yang bersifat karsinogen (penyebab kanker) bagi manusia. Wanita hamil yang terpapar pada asap tembakau lingkungan mempunyai angka kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) dan dampak kehamilan negatif lebih tinggi. Bayi dan anak yang terpapar pada asap tembakau lingkungan menunjukkan peningkatan angka kejadian bronchitis, pneumonia, infeksi telinga, dan penurunan pertumbuhan paru-paru. Orang dewasa bukan perokok yang sering terpapar asap tembakau lingkungan mempunyai angka kejadian kanker paru dan kanker lainnya yang lebih tinggi. (Lihat bab 2)

Di Amerika, larangan merokok di tempat-tempat umum, termasuk klub malam, tidak memberikan dampak negatif kepada pelanggan dan kegiatan usaha. Studi tentang jumlah pendapatan hotel dan pariwisata di daerah yang melarang merokok di dalam ruangan tidak berdampak negatif pada jumlah pendapatan usaha. Sebaliknya, beberapa studi di Amerika Serikat menemukan bahwa pembatasan merokok justru meningkatkan usaha dan lapangan kerja di industri jasa.

Larangan merokok di tempat kerja memberikan dampak kesehatan bagi perokok maupun bukan perokok. Larangan ini akan: (1) mengurangi paparan bukan perokok pada asap tembakau lingkungan, dan (2) mengurangi konsumsi rokok di antara para perokok. Penelitian dengan jelas menyimpulkan bahwa larangan atau pembatasan yang ketat terhadap merokok di tempat kerja memberikan keuntungan ekonomis.

Asap tembakau mengandung 3000-4000 bahan kimia, termasuk diantaranya 60 bahan penyebab kanker.

Beberapa tempat umum memisahkan perokok dari bukan perokok, tetapi ini tidak melindungi bukan perokok dari efek karsinogen dari orang yang merokok di ruangan yang sama. Bahkan teknologi ventilasi yang paling modern sekalipun tidak dapat menghilangkan racun berbahaya dalam asap tembakau lingkungan dari udara.

 

B.     Kesimpulan dan Saran  
a.      Kesimpulan.

dari pembahasan yang ada dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita.
  2. Kesadaran perokok terhadap Undang-Undang kawasan tanpa rokok masih kurang, masih banyak asap rokok yang di jumpai di fasilitas-fasilitas umum.
  3. Statisitik perokok di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningakat.

 

b.      Saran.

Baca, pahami, amalkan tentang informasi mengenai bahaya dari rokok, dan peraturan yang telah di perbuat. Sehingga tercipta Negara yang sehat dan bebas dari asap rokok.


DAFTAR PUSTAKA

 

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/08/07474680/Risiko.Jadi.Perokok.Pasif. diakses oktober 2010

http://medicastore.com/artikel/299/index.html. diakses oktober 2010

http://bebasrokok.wordpress.com/2009/08/06/rokok-dalam-angka/. diakses oktober 2010

http://ridwanaz.com/kesehatan/ingin-tahu-lebih-detail-bahaya-rokok-bagi-kesehatan-kita/. diakses oktober 2010

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=4&ved=0CB8QFjAD&url=http%3A%2F%2Fcarahidup.um.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2009%2F09%2FDaftar-10-Negara-Perokok-Terbesar-di-Dunia.doc&ei=ApHOTP7rJ8XQcYfBzKAO&usg=AFQjCNFrvw25Ne_44Leh9-S8pCZgimz1Og. diakses oktober 2010

 

 

 

 

 

Categories: Sosial, Ekonomi, Budaya, Kebangsaan | Tinggalkan komentar

Post navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: